Inilah Sang Petualang

Imagebersama muftbike mengarungi bukit dan lembah di Dieng

PERJALANAN MUFT BERSEPEDA dan MENDAKI DIENG
Awal mula kita hanyalah pesepeda biasa yang manggunakan sepeda ala kadarnya. Namun seiring waktu berlalu terbentuklah “MUFT BIKE” sebuah kelompok yang beranggotakan pelajar bersepeda. Disini kita menemukan hoby yang sesungguhnya dari kelompok yang terbentuk sejak pertengahan April 2009. Entah apa yang membuat kita cinta pada sepeda, tapi inilah kita.
Tepatnya tanggal 22 Maret 2010 kita sudah merencanakan jauh – jauh untuk mangadakan Tour ke Dieng. Hari itu Senin saat libur UN bagi Kelas X dan XI, kita bergegas bangun pagi – pagi untuk melakukan perjalanan yang begitu jauh dan penuh dengan rintangan. Sehabis shalat subuh langsung tancap kaki di pedal, sempat beberapa kali berhenti sambil menunggu teman yang lain di belakang.
Tiba di Dieng tepat Adzan Dhuzur berkumandang. Terlihat kabut tebal menyelimuti dataran 2500 dpl., ternyata itu pertanda datang hujan, cuaca mendadak berubah & jarak pandang menjadi sangat minim. Kita langsung melakukan view tempat di Bukit Sikunir, meski jalanan masih basah, tak menghalangi pejakan kaki kita diatas sepeda. Cuaca tiba – tiba semakin kurang bersahabat, kabut bertambah tebal saat kita melanjutkan perjalanan menuju Komplek’s Candi. Beberapa gambar kita abadikan disana. Heee2…..
Malam pun akhirnya tiba. Tak terbayangkan dinginnya mungkin saat itu suhu mancapai 5˚ Celcius. Sudah berbagai cara dilakukan untuk mengusir rasa dingin, mengoleskan balsem, minyak urut, dll. Namun masih saja terasa dingin, maklum saja saat itu juga kita bermalam di Mushala sekitar permukiman masyarakat dengan ciri khasnya memakai sarung. Di dalam Mushala hanya ada karpet tipis sebagai alas tidur kita.

Ayam berkokok, menandakan sudah pagi. Bergegas manggoess sepeda menuju Bukit Sikunir untuk menikmati keindahan Sun Rise dan mampir ke Telaga Cebong yang tepat berada di belakangnya. Kemudian menuju Kawah Singkidang, disana kita sempat bingung karena jalan akses ke Kawah menggunakan sepeda cukup ex – treme. Keluar dari spot ini kita sarapan terlebih dahulu, supaya perjalanan menggunakan sepeda tidak terlalu berat. Sehabis sarapan kita langsung menuju Telaga Warna, telaga yang menyimpan banyak Goa dan Sumur didalamnya.
Sepeda masih kita goess menuju spot selanjutnya yaitu Telaga Merdada yang tempatnya tak jauh berbeda dengan Telaga Cebong. Setelah lelah berkeliling di Tempat Wisata sekitar Dieng. Kita sempatkan untuk beristirahat di Sebuah Masjid yang cukup besar. Pukul 12 siang kabut tebal sudah terlihat menyelimuti sebagian dataran Dieng. Pada hari kedua ini kita putuskan untuk turun ke Wonosobo, dalam perjalanan kita sempatkan berhenti di sebuah Gardu Pandang yang di belakangnya terlihat pemandangan kota Wonosobo yang telihat kecil di mata nan Indah.
Sampai di Wonosobo sore hari hujan lebat terjadi saat kita berada di Kali Anget. Akhirnya dari sore hingga malam kita tertahan di daerah yang memiliki mata air hangat ini. Dan bersyukurnya lagi di Kali Anget kita di Tawari untuk bermalam di sebuah Yayasan. Yah… malam serasa begitu indah, tak seperti malam sebelumnya.
Keesokan harinya kita tinggalkan kota Wonosobo. Serasa berat untuk meninggalkan tetapi pasti kita akan merindukan perjalanan ini.

Kenangan bersepeda tentu saja takkan terlupakkan
Bahkan suatu saat kita akan mengunjunginya lagi..

Sedikit gambaran Dieng :
Dieng berasal dari kata “Di” berarti tempat atau gunung dan “Hyang” bermakna dewa, dengan demikian berarti tempat bersemayamnya para dewa, Dieng sendiri pada muasalnya terbentuk dari meletusnya gunung Perahu yang menjadi pecah 2 gunung kecil ini merupakan kawasan vulkanik yang terbentuk secara bertahap sejak massa kuarter 2 juta tahun lalu. Tahap awalnya, aktivitas erupsi vulkanik mambentuk kawah dan pegunungan, tahap kedua sebagian kawah yang tidak aktif menjadi kantong2 air hujan diatas dataran pegunungan. Tahap ketiga kegiatan vulkanik didalam bumi masih terus berlangsung dan pengaruh Hidrotermal menyebabkan terjadinya mata air panas dan kawah-kawah baru. Proses ini berlangsung hingga sekarang.

by : muftbike story

Advertisements