Komitmen Anak TPA

Hari Senin, 16 April 2012 seperti biasa jam 8 p.m. setelah shalat isya’ di sini diagendakan Tahsin dan Tahfidz secara rutin dan berkala. Senin Rabu untuk Tahfidz dan SeLasa Kamis untuk Tahsin

Malam itu hawa dan suasananya sejuk, dingin dan terdengar rintik-rintik air hujan yang menetes dari gentang ke selasar rumah, sehingga terdengar bunyi gemericik air yang sangat nyaring. Di mihrab dimana biasanya tempat tahsin dan tahfidz diadakan, telah terpapang dua orang ustadz Al Hafidz yang siap memberikan ilmunya kepada kita. Suasana yang mendung dan sedikit hujan tidak membuat hati kita lemah, tak semangat untuk ikut, namun azzam kita untuk tetap ikut sangatlah kuat dan bulat tekadnya untuk ikut Tahfidz. Seperti pada hari-hari sebelumnya bahwa ketika pembelajaran Tahfidz akan selesai, sebelumnya ustadz Al Hafidz memberikan motivasi yang bertujuan untuk memotivasi dan menginspirasi mahasiswanya.

Motivasi di hari itu adalah tentang seorang anak kecil anak TPA Al Manar di Ngoresan, Jebres, Surakarta yang telah menginspirasi seorang ustadz Al Hafidz tersebut. Kata-kata yang menginspirasi tersebut terlontarkan saat setelah shalat isya’ di masjid Al Manar tempat anak-anak TPA menimba ilmu. Saat ustadz mau keluar pintu masjid ada seorang anak TPA putri yang sangat ingin mengaji. Anak TPA itu berkata: “ Ustadz, ayo ngaji? “ Sang Ustadz menjawab: “Maaf, saya mau pergi dulu, saya mau mengajar” kemudian si anak tersebut menjawab: “Yahh ustadz,,,, lebih mementingkan dunia[sebut saja uang] daripada ngaji[akhirat]…”

Suara dari anak kecil yang masih lugu membuat hati ustadz tersebut terhentak, membuat hatinya menjadi tentram, dimana ada seorang anak kecil yang masih sangat awam bisa mengutarakan kalimat yang sangat pendek namun sangat mengena hati ustadz. Kemudian dalam halaqah tersebut ustadz menjelaskan bahwa ketika kita senantiasa berinteraksi dengan Al-Quran maka hati kita akan tentram damai dan menyejukan, serta orientasi hidup kita juga akan ke arah yang lebih baik, arah yang Allah ridhai yaitu arah haq untuk menuju Surga Firdaus-Nya. Kemudian ustadz tersebut juga merelasikan dengan situasi dan kondisi dimana rumah yang gersang karena penghuninya yang jarang berinteraksi dan jarang membaca ayat-ayat suci Al-Quran tersebut. Jadi, untuk membuat hati kita bersemangat, tenang dan damai maka jangan lupakan Al-Quran, berinteraksi dan lantunkanlah ayat-ayat suci Al-Quran untuk menggetarkan apa yang ada di sekitar kita.

Tebarkanlah salam ke segala penjuru alam semesta ini dan prioritaskanlah apa-apa untuk akhiratmu kelak. Karena yang akan menjadi bekal kita di akhirat bukanlah harta dan perhiasan kita, namun segala amal shaleh dan sadaqah ikhlas kita selama di dunia