Weblog untuk Pendidikan

Optimalisasi Fungsi Weblog Sebagai Alternatif dalam Mencapai Pendidikan Berkualitas yang Inovatif, Solutif, Dan Efektif
Teknologi seperti sebuah fenomena naiknya permukaan air laut secara perlahan-lahan setiap tahun yang terjadi secara terus-menerus, pun tak berbeda juga dengan ICT (teknologi informasi dan komunikasi) yang  juga berkembang pesat, cepat, pasti, dan merupakan suatu fenomena  dengan perkembangan dan perubahan yang signifikan. Awal abad ke-21 ini, teknologi telah menjadi eye catching bagi dunia yang mencakup berbagai aspek kehidupan. Lihat saja negara maju yang beribukota Washington itu, dengan New York sebagai kota yang unggul teknologinya, segala aktivitasnya tak lepas dari pemanfaatan teknologi. Mulai dari ekonomi, sosial, politik, sampai pada proses pembelajaran pun tak lepas juga dengan pemanfaatan teknologi. Di luar sana masih banyak negara-negara maju yang memiliki kota dengan prestise ICT-nya tak kalah saing dengan New York, misalnya Negara Jepang, Rusia, Jerman. Interconnected network. Teknologi abad ini, internet telah berhasil dan  sukses menarik hati jutaan bahkan miliaran orang di dunia, terbukti dengan fasilitas sosial yang dibuat oleh seorang mahasiswa dari Universitas Harvard, Mark Zuckerberg yang diberi nama facebook. Fasilitas ini merupakan salah satu karya kecil dari fungsi Interconnected Network yang telah membuat mahasiswa tersebut menjadi salah satu anak muda terkaya di dunia. Sungguh hebat. Internet mampu menghubungkan orang yang berada di ufuk timur dengan keluarganya yang berada di ufuk barat. Teknologi mampu mengubah dunia yang terlihat luas menjadi dunia yang kecil nan sempit. Lalu apa relasinya dengan education ?

Pendidikan. Sebuah kata yang mampu mengubah Indonesia dari negara terjajah menjadi negara merdeka. Ialah kata yang menggugah inisiatif Kartini untuk tetap berkeinginan melanjutkan sekolah, untuk bisa keluar dari belenggu diskriminasi wanita untuk menunjukan emansipasinya terhadap masyarakat. Ialah sepuluh kata yang mampu membuat KH Dewantara memperoleh predikat unggul dalam dunia pendidikan, selain itu di saat Indonesia masih dalam belenggu penjajahan, pendidikanlah yang mampu mendoktrin bangsa kita untuk tetap bertekad dalam pembacaan Teks Proklamasi Indonesia oleh Bung Karno. Berdasarkan pandangan penulis, hakikat pendidikan yang sesungguhnya (education truly definition) ialah suatu cara atau metode yang tepat dalam penanaman sikap dan moral kepada peserta didik untuk mencetak peserta didik yang berkarakter dan berperilaku baik. Sehingga pendidikan mampu mengubah pola pikir manusia menjadi lebih dewasa, terstruktur dan dinamis yang mampu menciptakan koherensi terhadap suatu permasalahan untuk bisa diselesaikan.

Teknologi dan pendidikan merupakan suatu kesatuan yang harus berkolaborasi dalam menciptakan capaian yang kompetitif dan berkualitas. Jadi, kita harus menggabungkan dan memasifkan keduanya menjadi sebuah Educational Technology (Teknologi Pendidikan)  yang padu dalam tekad mengubah bangsa yang unggul kualitas pendidikannya.

Metode dan media yang tidak berjalan secara sinergis  berpotensi menimbulkan masalah bagi kualitas pendidikan. Berdasarkan data Education For All (EFA) Global Monitoring Report 2011, konflik militer dan pendidikan yang dikeluarkan Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) yang diluncurkan di New York, Amerika Serikat, EDI (education development index) menurut data tahun 2008 adalah 0,934. Nilai ini menempatkan Indonesia di posisi ke-69 dari 127 negara di dunia. Hal tersebut merupakan indikasi utama bahwa masih banyak masalah pendidikan di Indonesia.

Data di atas sesuai dengan keadaan dan semangat belajar peserta didik di Indonesia yang rendah dan antusias peserta didik yang tergolong rendah pula. Selain itu, beberapa fakta menjelaskan bahwa masih banyak siswa yang terlalu kaku atau pasif dalam belajar di kelas. Dosen dan mahasiswa sangat minim interaksinya. Padahal seharusnya situasi dan kondisi pembelajaran haruslah kondusif, artinya suatu keadaan dimana tidak ada keraguan baik mahasiswa atau dosen untuk saling bertegur sapa, bersalaman dan berinteraksi. Fakta juga menyebutkan bahwa hal tersebut disebabkan oleh kurang akrabnya antara dosen dan mahasiswa. Jadi, kita sebagai mahasiswa haruslah menghormati dosen dan karyawan dengan berkenalan atau hanya sekadar menganggukan kepala sembari tersenyum. Karena dalam Al-Hadist dijelaskan “bahwanya senyummu kepada saudaramu ialah ibadah” dan penulis rasa senyum ialah amal perbuatan yang paling ringan dan mudah untuk dilakukan.

 

Media Teknologi dalam Pendidikan  yang Efektif dan Solutif

Awal dari kebutuhan teknologi untuk dunia pendidikan ialah semakin banyaknya media teknologi (alat penunjang pendidikan) yang diminati oleh masyarakat. Sehingga inilah yang menyebabkan mengapa pendidikan harus berkoherensi atau selaras dengan kemajuan dan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Selain itu, media teknologi juga harus memberikan manfaat bagi masyarakat sesuai fungsinya bahwa teknologi adalah fasilisator kualitas pendidikan yang efektif dan solutif. Efektif aplikasinya dan solutif penyelesaianya.

Teknologi yang kita asumsikan sebagai sesutau yang berbasis ICT  ini memiliki banyak peran dan fungsi dalam mencapai pendidikan yang efektif dam solutif. Media teknologi terdiri atas dua perangkat, yakni perangkat lunak (soft technology) sebagai metode pembelajaran dan perangkat keras (hard technology) sebagai media pembelajaran.Kolaborasi dari kedua perangkat tersebutlah yang menjadikan suatu pembelajaran efektif dan solutif. Contohnya, metode pembelajaran elektronik dengan memanfaatkan media weblog.

Teknologi jika diterapkan dalam sistem pendidikan, maka terbentuk sebuah sistem yang solid yaitu suatu sistem teknologi pendidikan yang memasifkan pemanfaatan media dan metode pembelajaran berbasis teknologi internetsehingga dapat kita rasakan nikmatnya berkecimpung dalam dunia pendidikan yang mengedepankan kecanggihan teknologi internet. Selain itu, teknologi dalam pendidikan merupakan media pembelajaran yang inovatif, efisien dan modern

Optimalisasi Weblog Sebagai Ajang Belajar Dan Menulis

            Tercapainya visi dan misi adalah indikasi suksesnya pendidikan. Salah satu tekad dalam menuju world class university, tak bisa dipungkiri bahwa ICT pasti memiliki peran besar dan ikut andil dalam meningkatkan prestise pendidikan suatu perguruan tinggi. Dalam bahasan kali ini, penulis secara khusus memberikan contoh ICT yang dikembangkan di perguruan tinggi baik di Indonesia maupun di mancanegara. Weblog atau yang dalam bahasa luwes-nya sering kita sebut blog memiliki beberapa keunggulan, di antaranya blog menawarkan tantangan kepada para blogger untuk menuangkan gagasan dan ide kreatif. menghias blog semenarik mungkin, dan tetap konsisten blogging secara kontinu. Merupakan wadah untuk kita bisa belajar menulis juga belajar menjelajah dunia maya. Kelebihan blog ada pada kemudahan aktivitas blogging dan  tampilan tema. Bahkan sekarang ini, siswa SMP pun telah mahir memanfaatkan dan mengoptimalkan blognya. Bagaimana dengan kita sebagai mahasiswa dari universitas yang bertekad menuju world class university? Renungkan dan teruslah mencoba berubah untuk belajar dan senantiasa istiqomah-lah dalam menulis. Karena menulis merupakan strategi efektif dan jitu untuk mengoptimalkan fungsi dan kelebihan blog.

Suatu capaian menuju pendidikan yang berkualitas, perlu juga kita merenungkan nasihat Luqman kepada anaknya (Luqman : 16). Apabila kita mampu mentadaburi ayat Al-Quran tersebut, kita akan mampu memahami makna dan hakikat pendidikan bahwa Luqman dengan bahasa yang halus berhasil mendidik anaknya dengan baik. Metode yang Luqman gunakan perlu diterapkan dalam pembelajaran. Sehingga terbentuk peserta didik yang kompeten dan berkarakter. Dengan indikasi output tersebut telah menunjukan bahwa ET (educational technology) sebagai alternatif utama untuk mencapai QE (quality education). Harapan penulis dalam bahasan kali ini hanya satu, yakni gunakan dan manfaatkanlah segala apa yang ada di sekitar  untuk mencapai impian dan harapan terbesar kita. “Change your word by your self”

Sebagai sampul untuk menutup bahasan kali ini, penulis menyimpulkan bahwa teknologi pendidikan berperan besar dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan merupakan alat bantu untuk memudahkan kita, karena begitu pentingnya teknologi dalam kehidupan sehari-hari khususnya dalam pendidikan,  mari kita manfaatkan dengan optimal teknologi  untuk kemaslahatan umat(masyarakat) dan tetap konsisten dengan niat awal kita di dunia ini hanyalah untuk menggali ladang untuk bisa menghirup udara segar di Firdaus-Nya.

Advertisements