Inilah Hikmahnya

IMG_20151101_080019_HDR

Alhamdulillah, nikmat iman kita yang terbaik. Allah Ta’ala telah memberikan. Minggu tanggal 1 november 2015, melakukan tadabur alam ke dataran tinggi di Magelang. Dengan teman-teman seiman yang telah jauh jauh hari menyatukan janji ngecamp di puncak tertinggi itu, ya puncak Andong 1726 mdpl. Petualangan menyusuri ribuan debu, ratusan pohon, puluhan suara alam dan satu jalan Allah Ta’ala yang hari itu telah di garis takdirkan untuk kita. Keringat dan nafas telah menjaga ritmenya untuk memberikan tenaga. Dingin campur panas tubuh berkolaborasi memberikan rasa sejuk di badan.

Niatan tertulus kita tetap dalam penjagaan di setiap langkah dan hembusan nafas. Tetap dalam rangka menunaikan hidup kita di dunia ini sebagai hamba yang senang dan ceria dalam beribadah. Ya, niatan ini tertulus semata-mata hanya untuk mengharap ridho Allah Ta’ala. Di mulai dari ibadah mengharap kesalamatan kita masing-masing sampai mengharap kedamaian umat muslim. Keselamatan setiap muslimin wa muslimat. Dan tetap dalam ibadah menjaga jiwa jiwa kita yang telah terikat dalam satu iman.

Dan terpenting tetap dalam penjagaan struktur dalam menyusun strategi puncak pencapaian tujuan. Mengatur sedemikian hingga masing masing punya perannya. Di dukung juga oleh sinergisitas pemimpin dan jundi-jundinya dalam menjalankan amanah menuju puncak kebahagiaan yang tiada kebahagian setelah merasakannya. Yaitu puncak langkah kaki kita berakhir dalam ridho.

Hikmah ini menjadikan hikmah-hikmah lain ikut menyatu dalam keberagaman hikmah. Hikmah bertahan dalam suasana yang tidak lain adalah jarang kita rasakan, namun rasa itulah yang telah membuat kita serius dalam sungai keistiqomahan. Rasa menusuk tulang fana kita, dan inilah suatu bentuk ketahanan dalam berhidup di dunia dan istirahat di akhirat.

Karena jalan inilah, kita merasa satu visi dan misi, satu tujuan mengharap kebaikan dunia dan kemuliaan akhirat. Sekali lagi, JALAN INI lah yang membuat kita tetap bertahan dalam BADAI dan ANGIN TOPAN yang selalu muncul. Karena dengan mengalahkan BADAI dan ANGIN TOPAN inilah kita bisa menghembuskan nafas syahid terakhir di jalan juang, menjejakan tapak kaki kita di Jannah dan berliqoillah di singgasana. InsyaaAllah. Aamiiin ya Rabb.

Solo, 1 nov 2015

Advertisements