Ar Royyanku

Ar Royyan
Pintu syurga bagi orang orang yang berpuasa.
Pintu amanah bagi orang orang yang bertanggung jawab
Pintu tanggung jawab bagi orang orang yang amanah

Ar Royyan sebuah peta peradaban yang menghimpun orang orang beramanah besar.
amanah langit yang senantiasa memikulkan ke pundak pundak besar untuk di manahkan ke orang orang bumi.

Sebuah pintu yang membatasi kebaikan dan kebatilan. ada pintu yang sangat baik namun pintu itu kurang terawat. ada pintu biasa namun pintu itu terawat sehingga menjadikan manusia yang membuka nya menjadi orang baik. itu pintu kebaikan. selalu membebani orang orang baik demi kebaikan dan kebermanfaatan yang banyak dan luas.

 

vid di sini

Advertisements

Quran, the Best Light

Quran, my true rule of Life

Al Quran adalah milik Allah, maka mintalah kepada Allah. Berdoa semoga diberikan kesempatan menjadi keluarga Allah. Begitu dekat kita dengan Allah apabila kita juga dekat dengan Al Quran. Seperti senuah keluarga. Allah pasti akan memberikan kemuliaan yang tiada bandingnya apabila Al Quran telah menyatu dengan daging seorang manusia. Manusia yang telah bersatu dan melebur bersama Al Quran akan mengalami puncak kebahagiaan karena itulah cara manusia tersebut memuliakan bapak ibunya. Mereka akan di berikan dan dipakaikan mahkota kemuliaan kelak di akhirat.

Milik Allah lah segala isi bumi dan langit, jagad raya ini. Ilmu semuanya itu telah di cantumkan dalam semua isi Al Quran. Tak akan ada yang mampu membuat satu ayat pun semisal Al Quran.  Karena ia adalah petunjuk manusia yang paling kompleks dan mudah dihafal, diperajari dan dijadikan sebagai hujjah. Semua system kehidupan ini ada dalam Al Quran. Karena semua system ada dalam Al Quran maka bagaimanapun cara, dunia butuh Al Quran untuk menjadi syarat keadilan dan perdamaian.

Kehidupan di dunia ini akan segera berakhir, system Islam dalam waktu yang dekat akan mengatur jalur perjalanan umat manusia di dunia ini. Karena dalam sabda Nabi, kejayaan Islam atau fase Khilafah ‘ala Minhajul Nubuwah akan segera datang. Tak ada lagi system kerajaan yang menggigit dan pemimpin yang dictator, yang ada hanyalah system Al Quran dan Assunah yang dipatrikan dalam jantung umat manusia di dunia ini. Al Quran akan menjadi sejatinya petunjuk, satu-satunya hujjah dan semulia-mulia Furqon.

Setelah mengikuti Camping Quran 2016, semakin menjadi yakin bahwa jelaslah Allah akan menjaga Al Quran sampai kiamat nanti. Akan semakin banyak manusia mulia yang menghafalkan al Quran , mempelajari dan mengajarkannya. Itulah sebaik-baik manusia di antara kamu. Semakin tambah beriman ketika sudah bersahabat dengan al Quran. Dan menjadi satu-satunya petunjuk kehidupan yang harus sedini mungkin dibumi hati kan.

Keep the Quran in our brain, our heart and our rule of life.

Allahummarhamna bil quran. Allahumma ja’alna min ahlul quran. Aamiin ya Rabb.

 

Teman atau Penyemangat

Menarik sekali bahwa tetaplah kata Alhamdulillah sebagai pembuka kata wujud rasa syukur yang tiada terbalaskan oleh kita sebagai pemburu nikmat Nya. Serta tak lupa rasa rindu yang sangat membekas meski kita belum pernah sekalipun melihat wajah mulianya tetap kita himpun dan mari kita bershalawat kepadanya sebanyak-banyaknya. Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa’ala ‘Ali Muhammad. Semoga kelak kita mendapatkan syafa’atnya dan pertama kali dipertemukan dengannya di akhirat kelak. Aamiiin.

Pada kesempatan ini saya merasa perlu sekali membahas tentang sebuah penyemangat dalam hidup, setelah Allah,Rasul, orang tua dan seorang manusia yang senantiasa datang dan pergi dengan kita kemanapun. Yup. Seorang teman. Abu Bakar Radhiallahu ‘anhu adalah representasi seorang teman sekaligus kekasih Nabi Muhammad Shallallahu ‘alai wa Sallam. Dia manusia nomor dua di bumi ini yang mana jika iman seluruh umat Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam di jumlahkan maka takkan bisa menyamai besarnya iman dalam hatinya. Aklak awal sebelum Islam datang memang sangat diakui dalam masyarakat kala itu. Saya tidak akan membahas tentang bagaimana atau mengapa dia bisa sangat mulia ini. Akan tetapi saya hanya akan sedikit menukil tentang jasa besar beliau dalam menemani Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam selama masyarakat Makkah kala itu memusuhi dan membencinya. Kita bisa tau lah bahwa beliau lah sahabat ataupun teman yang paling bisa dijadikan contoh untuk kita. Kita perlu memberikan kesempatan pada diri kita bahwa sifat dari kesetiaannya perlu kita patrikan dalam hati kita selama kita ingin menjadi teman sejati bagi orang disekitar kita, muslim yang dekat dengan kita.

Peristiwa yang membuat saya menelan ludah dan berdecak kagum adalah ketika dia dengan berani masuk ke dalam gua yang gelap terlebih dahulu sebelum Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. Mengecek keadaan gua apakah sudah aman atau belum. Dan saat itu beliau menemukan sebuah lubang dan menutupinya dengan tangan beliau dan membiarkan dirinya sebagai sandaran tubuh mulia Nabi akhir zaman. Dan ketika ada hewan berbisa yang menggigit tangan beliau, tau lah rasanya digigit hewan berbisa, sakitnya kayak apa. Luar biasa. Beliau tetap tidak menggerakan tubuh beliau karena kesakitan, hingga saat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam terbangun karena mungkin rasa atau basyirah terhadap kondisi kekasih nya. Singkat kata, luka karena bisa sembuh seketika lantaran karena air ludah sang Nabi ini.

Beginilah sejatinya sikap seorang penyemangat hidup bagi orang lain. Memberikan tanpa pamrih hak orang lain yang harus ditunaikan. Membawanya kepada kema’rufan dan menjauhkannya dari kemungkaran. Hati-hati mereka saling terhubung karena ikatan ukhuwah Islamiyah. Sehingga ketika salah sahabat kita sakit atau ada musibah hati kita juga ikut sakit atau istilahnya ikut sakit merasakannya yang bisa diungkapkan dengan cara membantunya sebisa yang kita lakukan. Inilah teladan yang bisa kita ambil dari dua manusia yang Allah Ta’ala rindukan jiwa-jiwa nya di syurga Firdaus Nya kelak. Tentu yang kita semua tahu bahwa kelembutan hatinya lah yang membuat dia layak dijadikan sebagai pengganti (khalifah) setelah sang Nabi wafat. Dan yang lebih layak lagi karena dia teman sehati nya sang Nabi selama hidupnya.

Semoga dari secuil kisah atau peristiwa yang terjadi saat sang Nabi hijrah dengan Abu Bakar ini bisa menyadarkan kita tentang pentingnya sebuah kepedulian, tentang pentingnya sebuah persahabatan yang harus kita jalin dengan sesama muslim yang baik akhlaknya, tentang pentingnya sebuah makna teman sejati, temanlah yang memberikan kesuksesan hijrah nya seseorang. Sebuah makna tentang Islam yang hari ini sukses, manusia berbondong-bondong masuk di dalam rahmatan lil ‘alaminnya. Ingat satu kata, “teman”. Bahwa dialah manusia yang kita butuhkan dalam jalannya kesuksesan kita. Sekian dan terimakasih.

Beautifully of Teaching

Dakwah adalah panggilan jiwa setiap manusia yang bertauhid mengEsakan Allah Azza wa Jalla. Begitu urgennya dakwah sampai-sampai di saat sedang tidur terlelap berselimut, panggilan dakwah memanggil Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam untuk mengajak dan menyeru Islam.

Indahnya Islam akan terasa ketika kita mengindahkan seindah-indahnya dakwah Islam. Menyeru kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar. Menaruh prioritas utama untuk membina pribadi masing-masing dan membina manusia istimewa menuju jalan utama yang tujuan akhirnya adalah firdausNya. Ketika saya membina dari mulai tahun pertama sampai tahun ketiga, hal yang paling penting untuk dijadikan landasan dan prinsip adalah sebuah konsisten atau sering kita sebut istiqomah. Sudah hal wajar kadang sulit menjaga sebuah keistiqomahan, namun yang harus diperhatikan adalah bagaimana seorang murabbi dan mutarabbi tetap dalam grafik keistiqomahan. Artinya masih dalam gerbong kereta dakwah yang kadang melakukan maneuver dakwah. Membina dan dibina adalah wasilah umat Islam untuk menjaga keistiqomahan dakwah Islam. Dan untuk meneruskan estafet kejayaan Islam yang kian dekat.

Coba bayangkan, kita telah berada dalam barisan manusia penjemput kejayaan Islam. Sudahkah kita pantas untuk kondisi keimanan dan tsaqofahnya? Inilah pentingnya kita terus belajar dalam Islam ini. Karena seperti yang telah kita ketahui bahwa membina adalah bentuk kebutuhan yang harus dipenuhi oleh setiap manusia yang terpanggil hatinya. Hati nya telah berazzam untuk meneruskan risalah kenabian yaitu dengan membina.

Belajar dari para salafush shalih. Mereka senantiasa haus ilmu dan haus istighfar. Artinya bahwa kehidupan itu pada hakikatnya adalah peningkatan dan penjagaan amal, ibadah dan keilmuan. Sekali lagi, inilah pentingnya membina. Membina menuntut kita untuk selalu dalam perbaikan dan pemenuhan jasad dan jiwa seorang kader yang militant. Yang siap untuk berkarir (berdakwah) di masing-masing bidang keilmuan. Dan hal itu semua, mulai dari keistiqomahan dalam membina sampai keisriqomahan dibina perlu suatu wadah atau sering kita sebut amal jama’i. Inilah wadah para pengemban dakwah Islam di seantero dunia menyatukan prinsip amalan-amalan yang disiapkan untuk amalan-amalan kejayaan Islam yang akan dating.

Hal yang paling disesalkan adalah ketika manusia yang telah merasa terpanggil itu merasa dirinya beban ataupun penghambat lajunya kereta dakwah ini. Manusia ini enggan membina lantaran mereka menganggap masih banyak yang lain yang bisa diandalkan. Mereka enggan memberi peluang kepada diri mereka pribadi untuk menjadi penggerak laju dakwah ini. Jadi mari hilangkan rasa enggan itu, hilangkan rasa ragu-ragu itu. Dan segera sadar dan berpikirlah bahwa lelah-lelah kita dalam menjaga kereta ini tetap melaju, lajunya insyaa Allah akan sampai di surgaNya.

Dan ingat ini pula “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat untuk orang lain”

By ardian1909 Posted in Hikmah

Kepakan Sayap

Taukah kawan bahwa burung tercepat di dunia, Feregrine Falcon memiliki kecepatan maksimum 389 km/jam. Hal tersebut takkan terjadi apabila Falcon hanya memiliki sayap yang lemah, kepakan yang lambat, paruh yang tumpul, berat yang ringan dan kemauan yang lemah. Namun, itu bukan sifat dari burung tercepat di dunia ini. Burung ini memiliki target yang jelas, misi yang tepat, visi yang detail dan kemampuan yang jitu sebagai pemangsa. Coba, bayangkan jika kita melaju dengan kecepatan 389 km/jam dengan tanpa helm, pasti akan terasa sakit di sekujur tubuh. Tidak untuk Burung Falcon asal Amerika ini, matanya yang didessain sedemikian kuat, keseimbangannya yang konstan dan konsentrasinya yang terkontrol dalam memangsa. SubhanALLAH… yuk kawan kita renungkan ayat 19 dari surah Al Mulk ,”Dan apakah mereka tidak memperhatikan burung-burung yang mengembangkan dan mengatupkan sayapnya di atas mereka? Tidak ada yang menahannya (di udara) selain Yang Maha Pemurah. Sesungguhnya Dia Maha Melihat segala sesuatu”

Sahabat pembaca yang diridhai ALLAH, kita dapat menganalogikan perumpamaan yang ada dalam ayat tersebut, bahwa ALLAH Maha Pemurah. Kepakan sayapnya merupakan sedikit dari nikmatNYA yang tak terhitung. Apa yang terjadi ketika nikmat ALLAH cabut hanya 1 saja, kepakan sayap burung. Maka burung yang tadinya lihai dalam beterbang bisa jadi menjadi cacat. Ibarat kita diberi sayap kemauan(iradah) bayangkan jika nikmat kemauan saja dicabut , maka segala aktivitas kita tidak akan berhasil dijalankan(dimulai pun tidak).

Jadi, renungkan juga ayat ini, ” Katakanlah: “Dia-lah Yang menciptakan kamu dan menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati”. (Tetapi) amat sedikit kamu bersyukur. ” (Al Mulk :23). Marilah kawan tetap perbaharui rasa syukur kita dengan tidak hanya mengucapkan hamdalah saja(bentuk rasa syukur yg minimal), akan tetapi dengan menyedekahkan segala tulang rusuk kita hanya untuk beribadah kepadaNYA, amalan yang kontinu, dan doa atapun senantiasa berdzikir. insyaALLAH segalanya akan dimudahkan dalam menjalani kehidupan fana’ ini seperti kepakan sayap burung yang dengan mudah menyusuri derasnya angin.

#semangat^_^

Seminggu yang Penuh Hikmah

 

Malam ini dengan bekal azzam, niat dan pikiran ku ingin sharing tentang pengalaman yang mungkin datang tidak mesti setahun sekali. Gini, kejadiannya dimulai hari Rabu kemarin, ya kurang lebih jam 10 an a.m.  Pengalaman ini cukup menarik dan menggoreskan kenangan. Di kampus, yap peristiwanya di kampus UNS Solo FKIP Gd B. Saat  ku masuk kelas dan setelah dosen berbicara kurang lebih baru 10 menit, beliau langsung memberikan test dadakan, alhamdulillah kebetulan( padahal sering) ku dan semua mahasiswa dalam kelas kaget seribu bahasa, tak bisa menego, menawar jua mengharap, hanya ada toleransi belajar 5 menit. Materinya cukup banyak, jadi semua begitu panik. Belajar 5 menit pun akhirnya usai. Langsung deh pada ngerjain test dengan ego-kesucian masing2.  Dan hal yang selalu mengagetkan adalah saat dosen mata kuliah ini (alat ukur) tiba-tiba memberikan ta’limat bahwa test re-UKD  tinggal 5 menit lagi. Tolong lembar jawaban segera dikmpulkan.  Ricuh pun jadi suasana dominan di dalam kelas.

Dan alhamdulillah. . . walaupun mungkin hasil gak maksimal, yang penting ku yakin padaNya, percaya pada hasil yang diputuskan. Hmm semoga nilainya baik. Aamiin

Itu baru hari Rabu,  kawan untuk hari kamis berjalan seperti biasa,  ya semoga lebih baik dari hari kamis kemarin. Nah yang jadi momen paling heboh itu di hari Jumat, 02 Nopember 2012. Tau gak? Ada 3 UKD loh di hari spesial  umat Muslim ini. Fismat, FSM ,dan Re-UK Mekanika. Masih da lagi  deadline tugas. Dan  yang mengejutkan jam 1 p.m. tugas harus dkumpulkan. Keringat dan seragam menjadi perpaduan yang erat karena di hari itu panas terik sangat stabil. Tugas alhamdulillah selesai jami’ …hehe
langsung deh pas dah ngmpulin tugas, segera kelas A dan B gabung untuk menyelesaikan  re-UK Mekanika. . . semoga nilainya baik ya Rabb … aamiin

Sebenernya cukup panjang, tapi pendek ja lah yang ditulis. Kan yang penting hikmahnya…setuju? terus kemana hikmahnya?

Nah sekarang pindah ke “hikmah” , jadi teringat dengan syair “man jadda wa jadda” dan “man shabara zhafira” . syair itu memiliki energi mekanik yang besar kawan, karena syair tersebut memberikan effort kepada semua manusia untuk tetap survive dan semangat terus. Hikmahnya adalah ketika kita diberi suatu ujian, cobaan, nikmat, maka kita harus berusaha dengan sungguh-sungguh dan bersabar dengan kesabaran yang indah supaya kelak kita memperoleh keberuntungan yaitu jannatin na’im. . . Aamiin

Komitmen Anak TPA

Hari Senin, 16 April 2012 seperti biasa jam 8 p.m. setelah shalat isya’ di sini diagendakan Tahsin dan Tahfidz secara rutin dan berkala. Senin Rabu untuk Tahfidz dan SeLasa Kamis untuk Tahsin

Malam itu hawa dan suasananya sejuk, dingin dan terdengar rintik-rintik air hujan yang menetes dari gentang ke selasar rumah, sehingga terdengar bunyi gemericik air yang sangat nyaring. Di mihrab dimana biasanya tempat tahsin dan tahfidz diadakan, telah terpapang dua orang ustadz Al Hafidz yang siap memberikan ilmunya kepada kita. Suasana yang mendung dan sedikit hujan tidak membuat hati kita lemah, tak semangat untuk ikut, namun azzam kita untuk tetap ikut sangatlah kuat dan bulat tekadnya untuk ikut Tahfidz. Seperti pada hari-hari sebelumnya bahwa ketika pembelajaran Tahfidz akan selesai, sebelumnya ustadz Al Hafidz memberikan motivasi yang bertujuan untuk memotivasi dan menginspirasi mahasiswanya.

Motivasi di hari itu adalah tentang seorang anak kecil anak TPA Al Manar di Ngoresan, Jebres, Surakarta yang telah menginspirasi seorang ustadz Al Hafidz tersebut. Kata-kata yang menginspirasi tersebut terlontarkan saat setelah shalat isya’ di masjid Al Manar tempat anak-anak TPA menimba ilmu. Saat ustadz mau keluar pintu masjid ada seorang anak TPA putri yang sangat ingin mengaji. Anak TPA itu berkata: “ Ustadz, ayo ngaji? “ Sang Ustadz menjawab: “Maaf, saya mau pergi dulu, saya mau mengajar” kemudian si anak tersebut menjawab: “Yahh ustadz,,,, lebih mementingkan dunia[sebut saja uang] daripada ngaji[akhirat]…”

Suara dari anak kecil yang masih lugu membuat hati ustadz tersebut terhentak, membuat hatinya menjadi tentram, dimana ada seorang anak kecil yang masih sangat awam bisa mengutarakan kalimat yang sangat pendek namun sangat mengena hati ustadz. Kemudian dalam halaqah tersebut ustadz menjelaskan bahwa ketika kita senantiasa berinteraksi dengan Al-Quran maka hati kita akan tentram damai dan menyejukan, serta orientasi hidup kita juga akan ke arah yang lebih baik, arah yang Allah ridhai yaitu arah haq untuk menuju Surga Firdaus-Nya. Kemudian ustadz tersebut juga merelasikan dengan situasi dan kondisi dimana rumah yang gersang karena penghuninya yang jarang berinteraksi dan jarang membaca ayat-ayat suci Al-Quran tersebut. Jadi, untuk membuat hati kita bersemangat, tenang dan damai maka jangan lupakan Al-Quran, berinteraksi dan lantunkanlah ayat-ayat suci Al-Quran untuk menggetarkan apa yang ada di sekitar kita.

Tebarkanlah salam ke segala penjuru alam semesta ini dan prioritaskanlah apa-apa untuk akhiratmu kelak. Karena yang akan menjadi bekal kita di akhirat bukanlah harta dan perhiasan kita, namun segala amal shaleh dan sadaqah ikhlas kita selama di dunia