at Talaq : 2

kunci rezeki adalah taqwa dan pintunya adalah berusaha

benar apa adanya bahwa segala kebaikan yang kita lakukan memang akan selamanya abadi, pasti akan kita rasakan hasilnya.

Begitu juga dengan rezeki, rezeki yang Allah janjikan bagi orang yang bertaqwa adalah selamanya dia masih hidup, rezeki sudah dipastikan dijamin.

Ar Royyanku

Ar Royyan
Pintu syurga bagi orang orang yang berpuasa.
Pintu amanah bagi orang orang yang bertanggung jawab
Pintu tanggung jawab bagi orang orang yang amanah

Ar Royyan sebuah peta peradaban yang menghimpun orang orang beramanah besar.
amanah langit yang senantiasa memikulkan ke pundak pundak besar untuk di manahkan ke orang orang bumi.

Sebuah pintu yang membatasi kebaikan dan kebatilan. ada pintu yang sangat baik namun pintu itu kurang terawat. ada pintu biasa namun pintu itu terawat sehingga menjadikan manusia yang membuka nya menjadi orang baik. itu pintu kebaikan. selalu membebani orang orang baik demi kebaikan dan kebermanfaatan yang banyak dan luas.

 

vid di sini

Quran, the Best Light

Quran, my true rule of Life

Al Quran adalah milik Allah, maka mintalah kepada Allah. Berdoa semoga diberikan kesempatan menjadi keluarga Allah. Begitu dekat kita dengan Allah apabila kita juga dekat dengan Al Quran. Seperti senuah keluarga. Allah pasti akan memberikan kemuliaan yang tiada bandingnya apabila Al Quran telah menyatu dengan daging seorang manusia. Manusia yang telah bersatu dan melebur bersama Al Quran akan mengalami puncak kebahagiaan karena itulah cara manusia tersebut memuliakan bapak ibunya. Mereka akan di berikan dan dipakaikan mahkota kemuliaan kelak di akhirat.

Milik Allah lah segala isi bumi dan langit, jagad raya ini. Ilmu semuanya itu telah di cantumkan dalam semua isi Al Quran. Tak akan ada yang mampu membuat satu ayat pun semisal Al Quran.  Karena ia adalah petunjuk manusia yang paling kompleks dan mudah dihafal, diperajari dan dijadikan sebagai hujjah. Semua system kehidupan ini ada dalam Al Quran. Karena semua system ada dalam Al Quran maka bagaimanapun cara, dunia butuh Al Quran untuk menjadi syarat keadilan dan perdamaian.

Kehidupan di dunia ini akan segera berakhir, system Islam dalam waktu yang dekat akan mengatur jalur perjalanan umat manusia di dunia ini. Karena dalam sabda Nabi, kejayaan Islam atau fase Khilafah ‘ala Minhajul Nubuwah akan segera datang. Tak ada lagi system kerajaan yang menggigit dan pemimpin yang dictator, yang ada hanyalah system Al Quran dan Assunah yang dipatrikan dalam jantung umat manusia di dunia ini. Al Quran akan menjadi sejatinya petunjuk, satu-satunya hujjah dan semulia-mulia Furqon.

Setelah mengikuti Camping Quran 2016, semakin menjadi yakin bahwa jelaslah Allah akan menjaga Al Quran sampai kiamat nanti. Akan semakin banyak manusia mulia yang menghafalkan al Quran , mempelajari dan mengajarkannya. Itulah sebaik-baik manusia di antara kamu. Semakin tambah beriman ketika sudah bersahabat dengan al Quran. Dan menjadi satu-satunya petunjuk kehidupan yang harus sedini mungkin dibumi hati kan.

Keep the Quran in our brain, our heart and our rule of life.

Allahummarhamna bil quran. Allahumma ja’alna min ahlul quran. Aamiin ya Rabb.

 

Teman atau Penyemangat

Menarik sekali bahwa tetaplah kata Alhamdulillah sebagai pembuka kata wujud rasa syukur yang tiada terbalaskan oleh kita sebagai pemburu nikmat Nya. Serta tak lupa rasa rindu yang sangat membekas meski kita belum pernah sekalipun melihat wajah mulianya tetap kita himpun dan mari kita bershalawat kepadanya sebanyak-banyaknya. Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa’ala ‘Ali Muhammad. Semoga kelak kita mendapatkan syafa’atnya dan pertama kali dipertemukan dengannya di akhirat kelak. Aamiiin.

Pada kesempatan ini saya merasa perlu sekali membahas tentang sebuah penyemangat dalam hidup, setelah Allah,Rasul, orang tua dan seorang manusia yang senantiasa datang dan pergi dengan kita kemanapun. Yup. Seorang teman. Abu Bakar Radhiallahu ‘anhu adalah representasi seorang teman sekaligus kekasih Nabi Muhammad Shallallahu ‘alai wa Sallam. Dia manusia nomor dua di bumi ini yang mana jika iman seluruh umat Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam di jumlahkan maka takkan bisa menyamai besarnya iman dalam hatinya. Aklak awal sebelum Islam datang memang sangat diakui dalam masyarakat kala itu. Saya tidak akan membahas tentang bagaimana atau mengapa dia bisa sangat mulia ini. Akan tetapi saya hanya akan sedikit menukil tentang jasa besar beliau dalam menemani Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam selama masyarakat Makkah kala itu memusuhi dan membencinya. Kita bisa tau lah bahwa beliau lah sahabat ataupun teman yang paling bisa dijadikan contoh untuk kita. Kita perlu memberikan kesempatan pada diri kita bahwa sifat dari kesetiaannya perlu kita patrikan dalam hati kita selama kita ingin menjadi teman sejati bagi orang disekitar kita, muslim yang dekat dengan kita.

Peristiwa yang membuat saya menelan ludah dan berdecak kagum adalah ketika dia dengan berani masuk ke dalam gua yang gelap terlebih dahulu sebelum Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. Mengecek keadaan gua apakah sudah aman atau belum. Dan saat itu beliau menemukan sebuah lubang dan menutupinya dengan tangan beliau dan membiarkan dirinya sebagai sandaran tubuh mulia Nabi akhir zaman. Dan ketika ada hewan berbisa yang menggigit tangan beliau, tau lah rasanya digigit hewan berbisa, sakitnya kayak apa. Luar biasa. Beliau tetap tidak menggerakan tubuh beliau karena kesakitan, hingga saat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam terbangun karena mungkin rasa atau basyirah terhadap kondisi kekasih nya. Singkat kata, luka karena bisa sembuh seketika lantaran karena air ludah sang Nabi ini.

Beginilah sejatinya sikap seorang penyemangat hidup bagi orang lain. Memberikan tanpa pamrih hak orang lain yang harus ditunaikan. Membawanya kepada kema’rufan dan menjauhkannya dari kemungkaran. Hati-hati mereka saling terhubung karena ikatan ukhuwah Islamiyah. Sehingga ketika salah sahabat kita sakit atau ada musibah hati kita juga ikut sakit atau istilahnya ikut sakit merasakannya yang bisa diungkapkan dengan cara membantunya sebisa yang kita lakukan. Inilah teladan yang bisa kita ambil dari dua manusia yang Allah Ta’ala rindukan jiwa-jiwa nya di syurga Firdaus Nya kelak. Tentu yang kita semua tahu bahwa kelembutan hatinya lah yang membuat dia layak dijadikan sebagai pengganti (khalifah) setelah sang Nabi wafat. Dan yang lebih layak lagi karena dia teman sehati nya sang Nabi selama hidupnya.

Semoga dari secuil kisah atau peristiwa yang terjadi saat sang Nabi hijrah dengan Abu Bakar ini bisa menyadarkan kita tentang pentingnya sebuah kepedulian, tentang pentingnya sebuah persahabatan yang harus kita jalin dengan sesama muslim yang baik akhlaknya, tentang pentingnya sebuah makna teman sejati, temanlah yang memberikan kesuksesan hijrah nya seseorang. Sebuah makna tentang Islam yang hari ini sukses, manusia berbondong-bondong masuk di dalam rahmatan lil ‘alaminnya. Ingat satu kata, “teman”. Bahwa dialah manusia yang kita butuhkan dalam jalannya kesuksesan kita. Sekian dan terimakasih.

i am so confused

WP_20160824_001

latest, i am so excited. i am so silenced. i am so shadowed. i am so dark to see the light.

then, after getting small something important very far time and space, i mention it : shabr. And accumulating the shine of my soul from zero to unlimited light. now, i am became freely, feels the freedom of soul. then overcome the big stone in my face. and i am getting destroy the hardest problem in my life. and it is the key, Quran.

from senior high school i am always asked to my self, what the point problem in the fact? and the proccess finding the shine, alhamdulillah has been finished.

it is light. the power of light. the incredible of light. and i feel so hamash because any my ligth in my heart, who always keep my dream, my path, my prayer and my goal Jannah.

back to the light.

any something confusing?

yes, i hope. and this is my chance to search my REAL LIGHT in this chance and this time.

perhaps, Allah give our destination to the favors which not yet feeling to the other human now.

simple final, take the wudlu, then read the Quran. You will find everything. Everything in the World, Universe and the light of “me”.

if reading this post, till confusing, till any question, the meaning is you are good.

thanks

Ardian

Quran, My true Rule of Life

AL_QURAN_by_juba_paldf.jpg

Al Quran adalah milik Allah, maka mintalah kepada Allah. Berdoa semoga diberikan kesempatan menjadi keluarga Allah. Begitu dekat kita dengan Allah apabila kita juga dekat dengan Al Quran. Seperti senuah keluarga. Allah pasti akan memberikan kemuliaan yang tiada bandingnya apabila Al Quran telah menyatu dengan daging seorang manusia. Manusia yang telah bersatu dan melebur bersama Al Quran akan mengalami puncak kebahagiaan karena itulah cara manusia tersebut memuliakan bapak ibunya. Mereka akan di berikan dan dipakaikan mahkota kemuliaan kelak di akhirat.

Milik Allah lah segala isi bumi dan langit, jagad raya ini. Ilmu semuanya itu telah di cantumkan dalam semua isi Al Quran. Tak akan ada yang mampu membuat satu ayat pun semisal Al Quran.  Karena ia adalah petunjuk manusia yang paling kompleks dan mudah dihafal, diperajari dan dijadikan sebagai hujjah. Semua system kehidupan ini ada dalam Al Quran. Karena semua system ada dalam Al Quran maka bagaimanapun cara, dunia butuh Al Quran untuk menjadi syarat keadilan dan perdamaian.

Kehidupan di dunia ini akan segera berakhir, system Islam dalam waktu yang dekat akan mengatur jalur perjalanan umat manusia di dunia ini. Karena dalam sabda Nabi, kejayaan Islam atau fase Khilafah ‘ala Minhajul Nubuwah akan segera datang. Tak ada lagi system kerajaan yang menggigit dan pemimpin yang dictator, yang ada hanyalah system Al Quran dan Assunah yang dipatrikan dalam jantung umat manusia di dunia ini. Al Quran akan menjadi sejatinya petunjuk, satu-satunya hujjah dan semulia-mulia Furqon.

Setelah mengikuti Camping Quran 2016, semakin menjadi yakin bahwa jelaslah Allah akan menjaga Al Quran sampai kiamat nanti. Akan semakin banyak manusia mulia yang menghafalkan al Quran , mempelajari dan mengajarkannya. Itulah sebaik-baik manusia di antara kamu. Semakin tambah beriman ketika sudah bersahabat dengan al Quran. Dan menjadi satu-satunya petunjuk kehidupan yang harus sedini mungkin dibumi hati kan.

Keep the Quran in our brain, our heart and our rule of life.

Allahummarhamna bil quran. Allahumma ja’alna min ahlul quran. Aamiin ya Rabb.

Keajaiban itu masih ada

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam adalah wujud manusia mulia yang memiliki sejuta teladan. Kesehariannya tak lepas dari dzikrullah kecuali saat buang hajat saja. Akhlaknya yang agung telah menjadikan dirinya memiliki sifat Raaufurrahim. Pengasih dan Penyayang. Pada zaman wahyu masih turun, Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam mengalami banyak kejadian yang di luar nalar dan logika kita. Dari yang membelah bulan, basyirahnya yang tajam dan pasti terjadi, air ludahnya yang sebagai perantara kesembuhan yang paling mutakhir, dan masih banyak keajaiban lainnya. Yang jadi pertanyaan, mungkinkah keajaiban yang seperti itu bisa dialami manusia pada zaman sekarang?

Banyak kejadian atau fenomena yang di luar nalar kita. Seperti adanya Anak yang berusia 5 tahun sudah hafal keseluruhan Al Quran. Dan itu merupakan sebuah keajaiban Nya. Tinggal bagaimana kita harus tetap bersabar dengan keajaiban-keajaiban yang Allah Azza wa Jalla berikan kepada manusia-manusia yang benar-benar yakin akan keajaiban Nya. Salah satu keajaiban yang setiap manusia harus meyakini adalah bahwa ada keajaiban di balik sebuah doa dan usahamu. Jadi, mari perbanyak doa dan usaha dengan niat untuk menggapai ridho Illahi. Tentunya doa dan usaha sesuai yang Rasul contohkan. Insyaa Allah keajaiban itu masih ada.

Inilah Hikmahnya

IMG_20151101_080019_HDR

Alhamdulillah, nikmat iman kita yang terbaik. Allah Ta’ala telah memberikan. Minggu tanggal 1 november 2015, melakukan tadabur alam ke dataran tinggi di Magelang. Dengan teman-teman seiman yang telah jauh jauh hari menyatukan janji ngecamp di puncak tertinggi itu, ya puncak Andong 1726 mdpl. Petualangan menyusuri ribuan debu, ratusan pohon, puluhan suara alam dan satu jalan Allah Ta’ala yang hari itu telah di garis takdirkan untuk kita. Keringat dan nafas telah menjaga ritmenya untuk memberikan tenaga. Dingin campur panas tubuh berkolaborasi memberikan rasa sejuk di badan.

Niatan tertulus kita tetap dalam penjagaan di setiap langkah dan hembusan nafas. Tetap dalam rangka menunaikan hidup kita di dunia ini sebagai hamba yang senang dan ceria dalam beribadah. Ya, niatan ini tertulus semata-mata hanya untuk mengharap ridho Allah Ta’ala. Di mulai dari ibadah mengharap kesalamatan kita masing-masing sampai mengharap kedamaian umat muslim. Keselamatan setiap muslimin wa muslimat. Dan tetap dalam ibadah menjaga jiwa jiwa kita yang telah terikat dalam satu iman.

Dan terpenting tetap dalam penjagaan struktur dalam menyusun strategi puncak pencapaian tujuan. Mengatur sedemikian hingga masing masing punya perannya. Di dukung juga oleh sinergisitas pemimpin dan jundi-jundinya dalam menjalankan amanah menuju puncak kebahagiaan yang tiada kebahagian setelah merasakannya. Yaitu puncak langkah kaki kita berakhir dalam ridho.

Hikmah ini menjadikan hikmah-hikmah lain ikut menyatu dalam keberagaman hikmah. Hikmah bertahan dalam suasana yang tidak lain adalah jarang kita rasakan, namun rasa itulah yang telah membuat kita serius dalam sungai keistiqomahan. Rasa menusuk tulang fana kita, dan inilah suatu bentuk ketahanan dalam berhidup di dunia dan istirahat di akhirat.

Karena jalan inilah, kita merasa satu visi dan misi, satu tujuan mengharap kebaikan dunia dan kemuliaan akhirat. Sekali lagi, JALAN INI lah yang membuat kita tetap bertahan dalam BADAI dan ANGIN TOPAN yang selalu muncul. Karena dengan mengalahkan BADAI dan ANGIN TOPAN inilah kita bisa menghembuskan nafas syahid terakhir di jalan juang, menjejakan tapak kaki kita di Jannah dan berliqoillah di singgasana. InsyaaAllah. Aamiiin ya Rabb.

Solo, 1 nov 2015

Teman atau Penyemangat

Menarik sekali bahwa tetaplah kata Alhamdulillah sebagai pembuka kata wujud rasa syukur yang tiada terbalaskan oleh kita sebagai pemburu nikmat Nya. Serta tak lupa rasa rindu yang sangat membekas meski kita belum pernah sekalipun melihat wajah mulianya tetap kita himpun dan mari kita bershalawat kepadanya sebanyak-banyaknya. Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa’ala ‘Ali Muhammad. Semoga kelak kita mendapatkan syafa’atnya dan pertama kali dipertemukan dengannya di akhirat kelak. Aamiiin.

Pada kesempatan ini saya merasa perlu sekali membahas tentang sebuah penyemangat dalam hidup, setelah Allah,Rasul, orang tua dan seorang manusia yang senantiasa datang dan pergi dengan kita kemanapun. Yup. Seorang teman. Abu Bakar Radhiallahu ‘anhu adalah representasi seorang teman sekaligus kekasih Nabi Muhammad Shallallahu ‘alai wa Sallam. Dia manusia nomor dua di bumi ini yang mana jika iman seluruh umat Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam di jumlahkan maka takkan bisa menyamai besarnya iman dalam hatinya. Aklak awal sebelum Islam datang memang sangat diakui dalam masyarakat kala itu. Saya tidak akan membahas tentang bagaimana atau mengapa dia bisa sangat mulia ini. Akan tetapi saya hanya akan sedikit menukil tentang jasa besar beliau dalam menemani Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam selama masyarakat Makkah kala itu memusuhi dan membencinya. Kita bisa tau lah bahwa beliau lah sahabat ataupun teman yang paling bisa dijadikan contoh untuk kita. Kita perlu memberikan kesempatan pada diri kita bahwa sifat dari kesetiaannya perlu kita patrikan dalam hati kita selama kita ingin menjadi teman sejati bagi orang disekitar kita, muslim yang dekat dengan kita.

Peristiwa yang membuat saya menelan ludah dan berdecak kagum adalah ketika dia dengan berani masuk ke dalam gua yang gelap terlebih dahulu sebelum Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. Mengecek keadaan gua apakah sudah aman atau belum. Dan saat itu beliau menemukan sebuah lubang dan menutupinya dengan tangan beliau dan membiarkan dirinya sebagai sandaran tubuh mulia Nabi akhir zaman. Dan ketika ada hewan berbisa yang menggigit tangan beliau, tau lah rasanya digigit hewan berbisa, sakitnya kayak apa. Luar biasa. Beliau tetap tidak menggerakan tubuh beliau karena kesakitan, hingga saat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam terbangun karena mungkin rasa atau basyirah terhadap kondisi kekasih nya. Singkat kata, luka karena bisa sembuh seketika lantaran karena air ludah sang Nabi ini.

Beginilah sejatinya sikap seorang penyemangat hidup bagi orang lain. Memberikan tanpa pamrih hak orang lain yang harus ditunaikan. Membawanya kepada kema’rufan dan menjauhkannya dari kemungkaran. Hati-hati mereka saling terhubung karena ikatan ukhuwah Islamiyah. Sehingga ketika salah sahabat kita sakit atau ada musibah hati kita juga ikut sakit atau istilahnya ikut sakit merasakannya yang bisa diungkapkan dengan cara membantunya sebisa yang kita lakukan. Inilah teladan yang bisa kita ambil dari dua manusia yang Allah Ta’ala rindukan jiwa-jiwa nya di syurga Firdaus Nya kelak. Tentu yang kita semua tahu bahwa kelembutan hatinya lah yang membuat dia layak dijadikan sebagai pengganti (khalifah) setelah sang Nabi wafat. Dan yang lebih layak lagi karena dia teman sehati nya sang Nabi selama hidupnya.

Semoga dari secuil kisah atau peristiwa yang terjadi saat sang Nabi hijrah dengan Abu Bakar ini bisa menyadarkan kita tentang pentingnya sebuah kepedulian, tentang pentingnya sebuah persahabatan yang harus kita jalin dengan sesama muslim yang baik akhlaknya, tentang pentingnya sebuah makna teman sejati, temanlah yang memberikan kesuksesan hijrah nya seseorang. Sebuah makna tentang Islam yang hari ini sukses, manusia berbondong-bondong masuk di dalam rahmatan lil ‘alaminnya. Ingat satu kata, “teman”. Bahwa dialah manusia yang kita butuhkan dalam jalannya kesuksesan kita. Sekian dan terimakasih.

Sederhana

Alhamdulillah, untuk kata pertama yang dikeluarkan dari lisan kita. Mari bersyukur kepada Rabb Semesta Alam yang telah memberikan kenikmatan tak terhingga jumlahnya nikmat yang diberikan kepada kita semua dari sejak kita dalam kandungan sampai kelak kita menghembuskan nafas terakhir kita. Kemudian marilah kita keluarkan kata sholawat kepada beliau Sang Nabi teladan, pemimpin yang sempura, guru yang sempurna, ayah yang sempurna, sang komandan perang yang sempurna dan kesempurnaan-kesempurnaan yang lain yang telah melekat pada kemakhsumannya.

Alhamdulillah, saya sangat bersyukur karena pada kesempatan kali ini masih diberi kesempatan untukberbagi inspirasi, berbagi pikiran dan berbagi sebuah tulisan yang sederhana. Kali ini saya akan berbicara tentang hal-hal kecil yang sering diremehkan yang sebenarnya pada hakikatnya hal kecil itu merupakan hal yang luar biasa apabila dilakukan.

Teringat dengan sabda Nabi, “Amal yang paling dicintai Allah SubhanAllahu wa Ta’ala adalah amal yang sedikit/kecil tapi istiqomah”. Kawan, mulailah berpikir bahwa perubahan besar berawal dari akumulasi ide-ide yang kecil dan termasifkan dalam beberapa terapan system besar yaitu Islam. Coba kita berpikir, system yang sempurna dan lengkap, system yang mampu mengatur manusia dari dalam kandungan sampai manusia mati, system yang mampu mengatur kehidupan dunia dan akhirat, yaitu system Islam ini. Tahukah kawan, bahwa system yang sangat kompleks ini berawal dari sebuah kesederhanaan. Kesederhanaan yang dilakukan oleh orang yang ummi. Kesederhanaan orang nomor satu di dunia dan akhirat. Kesederhanaan orang yang peduli dengan masyarakatnya kala itu. Dan dari kesederhanaan perbuatan yang telah dijagaNya munculah ide untuk menyendiri, memikirkan masadepan masyarakat jahiliah kala itu yang masih menyembah berhala. Tahukah kawan, ide yang sederhan (red.kecil) ini berupa aktivitas keheningan yang akal dan pikiran sangat focus pada solusi. Dan pada malam yang dingin dan gelap kala itu. Mengalirlah satu kata ghaib yang menembus dinding pembatas antara dunia dan akhirat, satu kata yang bersumber dari Dzat Pencipta Seluruh ‘Alam ini, satu kata yang dibawa melalui perantara malaikat nomor satu Nya. Dan saat dimana Dia tahu kondisi terbaiknya, dibacakanlah satu kata sederhana itu kepada manusia sempurna, “IQRA” yang artinya “Bacalah”. Ingat kawan, system Islam yang rahmatanlil ‘alamin ini berawal dari kesederhanaan satu kata firman. Dan dari kesederhanaan ini terbentuklah system Islam yang sempurna. Ini merupakan salah satu contoh kata Allah yang pertama kali turun di bumi.

Kita yakin, bahwa ketika Allah menurunkan firmanNya, pasti ada sebabnya. Dan pada kesempatan kali ini saya tidak akan membahas sebab turunnya ayatNya. Akan tetapi saya akan berbicara tentang hikmah Allah SubhanAllahu wa Ta’ala pada malam bulan Ramadhan kala itu hanya menurunkan satu kata saja. Hal itu tentu ada hikmah yang dapat kita petik. Hikmahnya adalah bahwa segala sesuatu yang dapat bermanfaat untuk kesejahteraan pasti berawal dari kesederhanaan ide kreatif. Saat kita mampu kreatif memberikan masukan kecil tapi dengan hati ikhlas dan maksud yang tulus maka hal itulah yang sejatinya dinantikan para pembaharu zaman ini. Persis seperti sunah beliau Shallallahu ‘alai wa Sallam tentang hal kecil yang lebih disukai Allah SubhanAllahu wa Ta’ala apabila dilakukan dengan istiqomah. Istiqomah yang saya maksudkan adalah ketika ide-ide kecil yang istiqomah dijadikan sebuah solusi perubahan yang pada awalnya sederhana maka hal itulah yang pada hakikatnya diharapkan oleh para relawan Islam zaman ini.

Ibaratnya seperti saat semua orang di dunia ini ingat dengan kesejahteraan tetangga rumahnya, maka saatitulah dunia akan rela memberikan kehidupan yang damai, akhirat akan rindu pada jiwa-jiwa sederhana dan santun ini. Dan Allah SubhanAllahu wa Ta’ala akan segera memasukan fase keempat ini menuju ke fase kelima. Aamiiin. Dan Sang Maha PenggenggamTakdir akan memberikan Indonesia sebagai pemegang fase kelima ini.
Masih tentang kesederhanaan.
Teknologi yang serba canggih dan ribet pada abad 21 ini sejatinya juga membutuhkan sebuah kesederhanaan sebuah ilmu pada puncaknya. Dan puncak satu ilmu itu hanya Allah SubhanAllahu wa Ta’ala yang memiliki. Maka dari itu janganlah sombong. Karena seperti apa yang dimaksudkan Nabi bahwa orang yang di dalam hatinya ada kesombongan walau sebesar biji atom maka akan masukneraka. Na’udzubillah.
Sebagai penutup, mari kawan kita bermuhasabah pada diri kita sendiri. Apa saja dosa yang telah kita lakukan, dan seberapa sering kita mengucapkan kata istighfar dalam setiap hembusan nafas kita. Dan mari ingat, ingat, dan ingat kenikmatan Nya supaya kita bisa senantiasa bersyukur.

Salam sukses dunia dan akhirat