Beautifully of Teaching

Dakwah adalah panggilan jiwa setiap manusia yang bertauhid mengEsakan Allah Azza wa Jalla. Begitu urgennya dakwah sampai-sampai di saat sedang tidur terlelap berselimut, panggilan dakwah memanggil Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam untuk mengajak dan menyeru Islam.

Indahnya Islam akan terasa ketika kita mengindahkan seindah-indahnya dakwah Islam. Menyeru kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar. Menaruh prioritas utama untuk membina pribadi masing-masing dan membina manusia istimewa menuju jalan utama yang tujuan akhirnya adalah firdausNya. Ketika saya membina dari mulai tahun pertama sampai tahun ketiga, hal yang paling penting untuk dijadikan landasan dan prinsip adalah sebuah konsisten atau sering kita sebut istiqomah. Sudah hal wajar kadang sulit menjaga sebuah keistiqomahan, namun yang harus diperhatikan adalah bagaimana seorang murabbi dan mutarabbi tetap dalam grafik keistiqomahan. Artinya masih dalam gerbong kereta dakwah yang kadang melakukan maneuver dakwah. Membina dan dibina adalah wasilah umat Islam untuk menjaga keistiqomahan dakwah Islam. Dan untuk meneruskan estafet kejayaan Islam yang kian dekat.

Coba bayangkan, kita telah berada dalam barisan manusia penjemput kejayaan Islam. Sudahkah kita pantas untuk kondisi keimanan dan tsaqofahnya? Inilah pentingnya kita terus belajar dalam Islam ini. Karena seperti yang telah kita ketahui bahwa membina adalah bentuk kebutuhan yang harus dipenuhi oleh setiap manusia yang terpanggil hatinya. Hati nya telah berazzam untuk meneruskan risalah kenabian yaitu dengan membina.

Belajar dari para salafush shalih. Mereka senantiasa haus ilmu dan haus istighfar. Artinya bahwa kehidupan itu pada hakikatnya adalah peningkatan dan penjagaan amal, ibadah dan keilmuan. Sekali lagi, inilah pentingnya membina. Membina menuntut kita untuk selalu dalam perbaikan dan pemenuhan jasad dan jiwa seorang kader yang militant. Yang siap untuk berkarir (berdakwah) di masing-masing bidang keilmuan. Dan hal itu semua, mulai dari keistiqomahan dalam membina sampai keisriqomahan dibina perlu suatu wadah atau sering kita sebut amal jama’i. Inilah wadah para pengemban dakwah Islam di seantero dunia menyatukan prinsip amalan-amalan yang disiapkan untuk amalan-amalan kejayaan Islam yang akan dating.

Hal yang paling disesalkan adalah ketika manusia yang telah merasa terpanggil itu merasa dirinya beban ataupun penghambat lajunya kereta dakwah ini. Manusia ini enggan membina lantaran mereka menganggap masih banyak yang lain yang bisa diandalkan. Mereka enggan memberi peluang kepada diri mereka pribadi untuk menjadi penggerak laju dakwah ini. Jadi mari hilangkan rasa enggan itu, hilangkan rasa ragu-ragu itu. Dan segera sadar dan berpikirlah bahwa lelah-lelah kita dalam menjaga kereta ini tetap melaju, lajunya insyaa Allah akan sampai di surgaNya.

Dan ingat ini pula “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat untuk orang lain”

Advertisements
By ardian1909 Posted in Hikmah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s