at Talaq : 2

kunci rezeki adalah taqwa dan pintunya adalah berusaha

benar apa adanya bahwa segala kebaikan yang kita lakukan memang akan selamanya abadi, pasti akan kita rasakan hasilnya.

Begitu juga dengan rezeki, rezeki yang Allah janjikan bagi orang yang bertaqwa adalah selamanya dia masih hidup, rezeki sudah dipastikan dijamin.

Advertisements

Ar Royyanku

Ar Royyan
Pintu syurga bagi orang orang yang berpuasa.
Pintu amanah bagi orang orang yang bertanggung jawab
Pintu tanggung jawab bagi orang orang yang amanah

Ar Royyan sebuah peta peradaban yang menghimpun orang orang beramanah besar.
amanah langit yang senantiasa memikulkan ke pundak pundak besar untuk di manahkan ke orang orang bumi.

Sebuah pintu yang membatasi kebaikan dan kebatilan. ada pintu yang sangat baik namun pintu itu kurang terawat. ada pintu biasa namun pintu itu terawat sehingga menjadikan manusia yang membuka nya menjadi orang baik. itu pintu kebaikan. selalu membebani orang orang baik demi kebaikan dan kebermanfaatan yang banyak dan luas.

 

vid di sini

Quran, the Best Light

Quran, my true rule of Life

Al Quran adalah milik Allah, maka mintalah kepada Allah. Berdoa semoga diberikan kesempatan menjadi keluarga Allah. Begitu dekat kita dengan Allah apabila kita juga dekat dengan Al Quran. Seperti senuah keluarga. Allah pasti akan memberikan kemuliaan yang tiada bandingnya apabila Al Quran telah menyatu dengan daging seorang manusia. Manusia yang telah bersatu dan melebur bersama Al Quran akan mengalami puncak kebahagiaan karena itulah cara manusia tersebut memuliakan bapak ibunya. Mereka akan di berikan dan dipakaikan mahkota kemuliaan kelak di akhirat.

Milik Allah lah segala isi bumi dan langit, jagad raya ini. Ilmu semuanya itu telah di cantumkan dalam semua isi Al Quran. Tak akan ada yang mampu membuat satu ayat pun semisal Al Quran.  Karena ia adalah petunjuk manusia yang paling kompleks dan mudah dihafal, diperajari dan dijadikan sebagai hujjah. Semua system kehidupan ini ada dalam Al Quran. Karena semua system ada dalam Al Quran maka bagaimanapun cara, dunia butuh Al Quran untuk menjadi syarat keadilan dan perdamaian.

Kehidupan di dunia ini akan segera berakhir, system Islam dalam waktu yang dekat akan mengatur jalur perjalanan umat manusia di dunia ini. Karena dalam sabda Nabi, kejayaan Islam atau fase Khilafah ‘ala Minhajul Nubuwah akan segera datang. Tak ada lagi system kerajaan yang menggigit dan pemimpin yang dictator, yang ada hanyalah system Al Quran dan Assunah yang dipatrikan dalam jantung umat manusia di dunia ini. Al Quran akan menjadi sejatinya petunjuk, satu-satunya hujjah dan semulia-mulia Furqon.

Setelah mengikuti Camping Quran 2016, semakin menjadi yakin bahwa jelaslah Allah akan menjaga Al Quran sampai kiamat nanti. Akan semakin banyak manusia mulia yang menghafalkan al Quran , mempelajari dan mengajarkannya. Itulah sebaik-baik manusia di antara kamu. Semakin tambah beriman ketika sudah bersahabat dengan al Quran. Dan menjadi satu-satunya petunjuk kehidupan yang harus sedini mungkin dibumi hati kan.

Keep the Quran in our brain, our heart and our rule of life.

Allahummarhamna bil quran. Allahumma ja’alna min ahlul quran. Aamiin ya Rabb.

 

Teman atau Penyemangat

Menarik sekali bahwa tetaplah kata Alhamdulillah sebagai pembuka kata wujud rasa syukur yang tiada terbalaskan oleh kita sebagai pemburu nikmat Nya. Serta tak lupa rasa rindu yang sangat membekas meski kita belum pernah sekalipun melihat wajah mulianya tetap kita himpun dan mari kita bershalawat kepadanya sebanyak-banyaknya. Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa’ala ‘Ali Muhammad. Semoga kelak kita mendapatkan syafa’atnya dan pertama kali dipertemukan dengannya di akhirat kelak. Aamiiin.

Pada kesempatan ini saya merasa perlu sekali membahas tentang sebuah penyemangat dalam hidup, setelah Allah,Rasul, orang tua dan seorang manusia yang senantiasa datang dan pergi dengan kita kemanapun. Yup. Seorang teman. Abu Bakar Radhiallahu ‘anhu adalah representasi seorang teman sekaligus kekasih Nabi Muhammad Shallallahu ‘alai wa Sallam. Dia manusia nomor dua di bumi ini yang mana jika iman seluruh umat Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam di jumlahkan maka takkan bisa menyamai besarnya iman dalam hatinya. Aklak awal sebelum Islam datang memang sangat diakui dalam masyarakat kala itu. Saya tidak akan membahas tentang bagaimana atau mengapa dia bisa sangat mulia ini. Akan tetapi saya hanya akan sedikit menukil tentang jasa besar beliau dalam menemani Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam selama masyarakat Makkah kala itu memusuhi dan membencinya. Kita bisa tau lah bahwa beliau lah sahabat ataupun teman yang paling bisa dijadikan contoh untuk kita. Kita perlu memberikan kesempatan pada diri kita bahwa sifat dari kesetiaannya perlu kita patrikan dalam hati kita selama kita ingin menjadi teman sejati bagi orang disekitar kita, muslim yang dekat dengan kita.

Peristiwa yang membuat saya menelan ludah dan berdecak kagum adalah ketika dia dengan berani masuk ke dalam gua yang gelap terlebih dahulu sebelum Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. Mengecek keadaan gua apakah sudah aman atau belum. Dan saat itu beliau menemukan sebuah lubang dan menutupinya dengan tangan beliau dan membiarkan dirinya sebagai sandaran tubuh mulia Nabi akhir zaman. Dan ketika ada hewan berbisa yang menggigit tangan beliau, tau lah rasanya digigit hewan berbisa, sakitnya kayak apa. Luar biasa. Beliau tetap tidak menggerakan tubuh beliau karena kesakitan, hingga saat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam terbangun karena mungkin rasa atau basyirah terhadap kondisi kekasih nya. Singkat kata, luka karena bisa sembuh seketika lantaran karena air ludah sang Nabi ini.

Beginilah sejatinya sikap seorang penyemangat hidup bagi orang lain. Memberikan tanpa pamrih hak orang lain yang harus ditunaikan. Membawanya kepada kema’rufan dan menjauhkannya dari kemungkaran. Hati-hati mereka saling terhubung karena ikatan ukhuwah Islamiyah. Sehingga ketika salah sahabat kita sakit atau ada musibah hati kita juga ikut sakit atau istilahnya ikut sakit merasakannya yang bisa diungkapkan dengan cara membantunya sebisa yang kita lakukan. Inilah teladan yang bisa kita ambil dari dua manusia yang Allah Ta’ala rindukan jiwa-jiwa nya di syurga Firdaus Nya kelak. Tentu yang kita semua tahu bahwa kelembutan hatinya lah yang membuat dia layak dijadikan sebagai pengganti (khalifah) setelah sang Nabi wafat. Dan yang lebih layak lagi karena dia teman sehati nya sang Nabi selama hidupnya.

Semoga dari secuil kisah atau peristiwa yang terjadi saat sang Nabi hijrah dengan Abu Bakar ini bisa menyadarkan kita tentang pentingnya sebuah kepedulian, tentang pentingnya sebuah persahabatan yang harus kita jalin dengan sesama muslim yang baik akhlaknya, tentang pentingnya sebuah makna teman sejati, temanlah yang memberikan kesuksesan hijrah nya seseorang. Sebuah makna tentang Islam yang hari ini sukses, manusia berbondong-bondong masuk di dalam rahmatan lil ‘alaminnya. Ingat satu kata, “teman”. Bahwa dialah manusia yang kita butuhkan dalam jalannya kesuksesan kita. Sekian dan terimakasih.

Beautifully of Teaching

Dakwah adalah panggilan jiwa setiap manusia yang bertauhid mengEsakan Allah Azza wa Jalla. Begitu urgennya dakwah sampai-sampai di saat sedang tidur terlelap berselimut, panggilan dakwah memanggil Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam untuk mengajak dan menyeru Islam.

Indahnya Islam akan terasa ketika kita mengindahkan seindah-indahnya dakwah Islam. Menyeru kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar. Menaruh prioritas utama untuk membina pribadi masing-masing dan membina manusia istimewa menuju jalan utama yang tujuan akhirnya adalah firdausNya. Ketika saya membina dari mulai tahun pertama sampai tahun ketiga, hal yang paling penting untuk dijadikan landasan dan prinsip adalah sebuah konsisten atau sering kita sebut istiqomah. Sudah hal wajar kadang sulit menjaga sebuah keistiqomahan, namun yang harus diperhatikan adalah bagaimana seorang murabbi dan mutarabbi tetap dalam grafik keistiqomahan. Artinya masih dalam gerbong kereta dakwah yang kadang melakukan maneuver dakwah. Membina dan dibina adalah wasilah umat Islam untuk menjaga keistiqomahan dakwah Islam. Dan untuk meneruskan estafet kejayaan Islam yang kian dekat.

Coba bayangkan, kita telah berada dalam barisan manusia penjemput kejayaan Islam. Sudahkah kita pantas untuk kondisi keimanan dan tsaqofahnya? Inilah pentingnya kita terus belajar dalam Islam ini. Karena seperti yang telah kita ketahui bahwa membina adalah bentuk kebutuhan yang harus dipenuhi oleh setiap manusia yang terpanggil hatinya. Hati nya telah berazzam untuk meneruskan risalah kenabian yaitu dengan membina.

Belajar dari para salafush shalih. Mereka senantiasa haus ilmu dan haus istighfar. Artinya bahwa kehidupan itu pada hakikatnya adalah peningkatan dan penjagaan amal, ibadah dan keilmuan. Sekali lagi, inilah pentingnya membina. Membina menuntut kita untuk selalu dalam perbaikan dan pemenuhan jasad dan jiwa seorang kader yang militant. Yang siap untuk berkarir (berdakwah) di masing-masing bidang keilmuan. Dan hal itu semua, mulai dari keistiqomahan dalam membina sampai keisriqomahan dibina perlu suatu wadah atau sering kita sebut amal jama’i. Inilah wadah para pengemban dakwah Islam di seantero dunia menyatukan prinsip amalan-amalan yang disiapkan untuk amalan-amalan kejayaan Islam yang akan dating.

Hal yang paling disesalkan adalah ketika manusia yang telah merasa terpanggil itu merasa dirinya beban ataupun penghambat lajunya kereta dakwah ini. Manusia ini enggan membina lantaran mereka menganggap masih banyak yang lain yang bisa diandalkan. Mereka enggan memberi peluang kepada diri mereka pribadi untuk menjadi penggerak laju dakwah ini. Jadi mari hilangkan rasa enggan itu, hilangkan rasa ragu-ragu itu. Dan segera sadar dan berpikirlah bahwa lelah-lelah kita dalam menjaga kereta ini tetap melaju, lajunya insyaa Allah akan sampai di surgaNya.

Dan ingat ini pula “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat untuk orang lain”

By ardian1909 Posted in Hikmah